Selasa, 27 Oktober 2009

Yusuf Qardhawi: Warga Irak Tidak Boleh Berwarganegara Amerika


Anam
Alislamu.com – Ketua Persatuan Ulama Internasional DR. Yusuf Qardhawi memfatwakan larangan bagi warga Irak mengambil kewarganegaraan Amerika. "Irak dalam peperangan, negaranya diduduki, dan tidak boleh bagi mereka bermuamalah dengan orang yang telah menduduki negaranya," ujarnya.

"Dalam perang Tunisia melawan Prancis, sebagian ulama, saat itu, tidak memperbolehkan warga Tunisia mengambil kewarganegaraan Prancis. Mereka mengatakan, siapa yang mengambil kewarganegaraan Prancis, dia murtad. Dalam bahasa nasionalisme disebut penghianat, dalam bahasa fikih disebut murtad," jelas Qardhawi.
"Adapun untuk mereka yang tinggal di Eropa dan Amerika, kami memperbolehkannya untuk mengambil kewarganegaraan Eropa dan Amerika. Ini berbeda dengan pendapat Hasan Al-Banna yang mengatakannya sebagai dosa dan kejahatan besar. Ini bisa jadi karena Al-Banna berpendapat bahwa semua negara adalah negara yang diduduki."
"Bila persoalan ini diperluas, "ujar Qardhawi, "Maka akan menimbulkan pertanyaan. Di sana ada 4 juta atau lebih umat Islam asal Turki yang berkewarganegaraan Jerman. Mayoritas muslim Prancis berasal dari Maroko, Tunisia, Al-Jazaair dan sebagainya, apakah kita juga akan mengkafirkan mereka?" (ist/ha).


Selengkapnya...

Senin, 26 Oktober 2009

FACE BOOK ANCAMAN KEJAHATAN WEBSITE


JAKARTA (Arrahmah.com) - Selama ini orang menilai Facebook adalah media yang aman di internet. Tapi Facebook adalah ladang yang subur bagi penjahat cyber untuk mencari korban. Empat ribu varian virus Koobface juga siap menginfeksi korbannya, jika tidak hati-hati.

Dua tahun lalu, situs jejaring sosial MySpace milik News Corp adalah tempat paling popular bagi penjahat cyber untuk mengail korbannya. Pakar keamanan sudah menduga user Facebook yang naik drastis dari 120 juta di Desember 2008, menjadi lebih dari 200 juta pada saat ini bakal menarik penjahat.

"Facebook saat ini sedang menjadi trend. Penjahat pergi kemana orang pergi. Selalu begitu," kata Mary Landesman, peneliti senior di perusahaan keamanan web ScanSafe.

Kejahatan cybercrime telah menyebabkan kerugian bagi perusahaan maupun individu hingga miliaran dolar. Facebook yang popular, tak akan dilewatkan begitu saja oleh penjahat cyber, dan menjadikannya sebagai ladang untuk menyebar penipuan dan mengeksplotasi korban tak berdosa.

Penjahat mencari korban dengan menguasai akun tertentu, melalui berbagai cara sehingga user tidak sadar telah menyerahkan passwordnya. Melalui akun itu, penjahat kemudian memposting pesan layaknya dari teman yang dikenal.

Untuk mendapat korban lebih banyak, penjahat mengirim spam agar calon korban yang baru mengujungi situs pencuri informasi pribadi serta situs penyebar virus.

Facebook menangani keamanannya dari kantor pusatnya di Palo Alto California. Perusahaan ini bekerja keras memfilter spam dan software berbahaya yang membidik membernya.

Jubir Facebook Simon Axten mengatakan, meskipun jumlah user terus naik, tapi persentase serangan yang sukses tidak naik. Selama lima tahun terakhir, serangan hanya kurang dari 1% dari total member.

Sebagai perbandingan data FBI menunjukkan sekitar 3% pendapatan rumah tangga AS dirampok pada 2005. “Keamanan adalah balapan kekuatan, kami terus memperbarui system dan membangun sistem baru untuk mengatasi ancaman baru,” kata Axten.

Facebook memiliki sistem jika aktivitas kriminal terdeteksi, secara otomatis mencari pola yang sama dan menghapus email berbahaya. Facebook juga melakukan reset password jika akun dikuasai oleh pihak lain.

Salah satu ancaman yang paling nyata adalah Koobface. Virus ini bisa mengambil alih PC korbannya hanya dengan mengklik email spam. Virus ini telah memanaskan MySpace setahun lalu, dan pembuatnya kini fokus menyebarkannya lewat Facebook.

McAfee pembuat software keamanan terbesar kedua di dunia mengatakan varian Koobface melonjak empat kali lipat menjadi 4.000 macam bulan lalu. "Karena Facebook sistem tertutup, jadi kami kami memiliki keuntungan. Sekali kami mendeteksi pesan spam, kami bisa menghapus semua pesan yang ada di inbox di seluruh situs," kata peneliti McAfee Craig Schmugar.

Masalah keamanan di Facebook itu bukan main-main. Situs fbhive.com baru-baru ini merilis permasalahan pada Facebook di mana informasi pribadi user bisa ditampikan hanya dengan teknik hacking sederhana. Setelah pengumuman itu, Facebook segera membenahinya.

Pekan lalu, Yale University juga mengingatkan mahasiswanya untuk berhati-hati saat menggunakan Facebook. Hal itu setelah beberapa laptop terinfeski malware karena akses ke Facebook.

Yang perlu diingat pengguna Facebook harus terus waspada saat menggunakan Facebook dan bertanggung jawab atas keamanannya sendiri. "Kami berusaha sebaik mungkin agar Facebook aman, tapi kami tidak bisa menjamin itu," ingat Facebook di syarat dan ketentuannya yang dipastikan sebagian besar member tidak pernah memperhatikannya. (inlh/arrahmah.com)

Selengkapnya...

Senin, 28 September 2009

Ahmadiyah Memang Harus Dilarang Berhaji


Beberapa pihak kembali menegaskan larangan berhaji bagi jamaah Ahmadiyah. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) khawatir, jika ada jamaah Ahmadiyah yang berhaji, maka akan menyulitkan rombongan yang lain yang berada dalam satu regu. Depag pun membenarkan larangan pemerintah Arab Saudi terhadap jamaah Ahmadiyah untuk berhaji.

Mantan dirjen Haji Departemen Agama yang telah lama duduk di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Amidhan, mengatakan Rabithah Alam al-Islami (Organisasi Islam Sedunia) telah memutuskan, bahwa aliran Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. "Karena itulah, Ahmadiyah diharamkan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah," kata Amidhan, Selasa (8/9) di Jakarta.

Amidhan menuturkan, jika jamaah Ahmadiyah Indonesia tetap dipaksakan untuk diberangkatkan ke Makkah, Arab Saudi maka akan menjadi masalah saat tiba di bandara King Abdul Aziz, Jeddah. "Jika terungkap, bahwa salah satu calon jamaah haji adalah jamaah Ahmadiyah, maka dia akan dipulangkan ke negara asalnya," ungkap ketua MUI itu.

Selain itu, papar Amidhan, pemulangan jamaah Ahmadiyah itu akan mengganggu calon jamaah haji lainnya yang satu kloter dengannya. "Itu pasti mengganggu calhaj lainnya. Dan satu kloter akan terganggu dengan pemeriksaan tersebut" ujarnya.

Ia mengutarakan, saat dirinya masih menjabat sebagai dirjen Haji Depag, salah satu jamaah Ahmadiyah yang sudah terdapat sebagai calon jamaah haji tak jadi diberangkatkan karena tak diberi visa oleh kedutaan besar Arab Saudi di Jakarta. "Waktu itu ada masyarakat yang melaporkan dan kedutaan langsung menindaknya," ungkapnya.

Jika jamaah Ahmadiyah memang berkeras untuk menunaikan salah satu rukun Islam itu, tutur Amidhan, harus benar-benar bertaubat, meluruskan niat dan membaca dua kalimat syahadat. "Kalau dia taubat, maka dia akan diijinkan ke Makkah untuk berhaji," ungkap Kiai Amidhan.

Kiai Amidhan menuturkan, sebenarnya sejak adanya larangan jamaah Ahmadiyah untuk berhaji oleh negara Arab Saudi melalui kedutaan besarnya di berbagai negara, Depag pun mengikuti peraturan tersebut. "Saya kira ada pelarangan jemaah Ahmadiyah untuk berhaji oleh Depag," ujarnya.

Sementara itu, senada dengan Amidhan, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Ghofur Djawahir, mengatakan, bahwa larangan itu sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu dari kedutaan besar Arab Saudi. "Namun, kami susah mendeteksinya, karena KTP di Indonesia tidak dicantumkan apakah seseorang itu Ahmadiyah, apa bukan," ujarnya. Ghofur menambahkan, yang dapat mengawasi itu adalah masyarakat dengan melaporkannya ke Depag atau kedutaan besar Arab Saudi.

Depag bersama Komisi VIII DPR sedang melakukan pengecekan di Makkah, Arab Saudi. "Semua persiapan di Makkah untuk calon jamaah haji Indonesia sudah beres, tinggal masalah transportasi dari pondokan ke Masjidil Haram," paparnya.

Ghofur mengatakan, Depag bersama komisi VIII DPR sudah mengajukan kepada pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan transportasi, namun pemerintah Arab Saudi tidak menyanggupinya. Akhirnya, sambungnya, setiap negara harus menyiapkan transportasi untuk jamaahnya. Untuk masalah transportasi, lanjut Ghofur, Depag bekerja sama dengan Ditjen Pehubungan Darat, Departemen Perhubungan. (republikaonline)

Selengkapnya...

Perkosa dan Bunuh Gadis Irak, Mantan Tentara AS Divonis Penjara Seumur Hidup

Alislamu.com – Pengadilan Federal Kentucky memvonis mantan tentara AS, Steven Dale Green (24), penjara seumur hidup karena memperkosa dan membunuh gadis Irak dan keluarganya pada tahun 2006.

Pengadilan menuntut Green dengan 17 tuduhan, di antaranya memperkosa dan membunuh Abir Al-Jinabi (14 th), membunuh ibunya, anaknya, dan saudaranya yang berusia 6 tahun.

Peristiwa ini terjadi setelah Green dan empat rekannya sesama tentara menegak minuman keras di pos penjagaan di Mahmudiya, selatan Baghdad.

Menurut penuturan 2 rekannya, mereka mengganti baju sebelum melakukan aksi ini untuk mengesankan pelakunya adalah pemberontak. Gren kemudian membawa Ibu dan Saudara Abir ke ruangan lain, sementara 2 rekannya memperkosa Abir. Setelah itu, Green memperkosa Abir sebelum menembak dan membakar rumahnya.

Pengadilan memvonis 3 rekan Green ini dengan vonis penjara seumur hidup, sementara orang yang keempat divonis penjara 27 bulan karena ikut membantu. (alrb/ha).
Selengkapnya...

Rabu, 26 Agustus 2009

Tahun 2050 Jumlah Muslim Eropa 20%

Anam













Alislamu.com
Studi yang dilakukan harian Inggris Sunday Telegraph memperkirakan jumlah umat Islam di Eropa pada tahun 2050 akan mencapai 20%. Tahun lalu, jumlah umat Islam hanya 5% dari seluruh penduduk Eropa. Kenaikan ini disebabkan banyaknya kaum muslimin yang pindah ke Eropa. (bhr/ha).


Selengkapnya...

Selasa, 18 Agustus 2009

KISAH JIBRIL MENYUMPALKAN TANAH KE MULUT FIR'AUN

DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar
Pengantar
Ini adalah kisah yang menjelaskan sejauh mana kebencian Jibril kepada thaghut Fir'aun, sampai ketika Fir'aun berkata, "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil." (Yunus: 90), pada saat dia tenggelam. Jibril khawatir rahmat Allah akan menolongnya, maka Jibril menyumpal mulutnya dengan tanah agar tidak mengucapkannya dengan kalimat tauhid.

Teks Hadis
Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunah-nya dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Manakala Allah menenggelamkan Fir'aun, dia berkata, 'Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang yang dipercayai oleh Bani Israil.'" (Yunus: 90). Jibril berkata, "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil Lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya."
Abu Isa berkata, "Ini adalah hadis hasan."
Dalam sebuah riwayat, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Jibril menyumpalkan tanah di mulut Fir'aun karena takut dia mengucapkan 'la ilaaha illallah' lalu Allah merahmatinya atau karena dia takut Allah merahmatinya.
Abu Isa At-Tirmidzi berkata, "Ini adalah hadis hasan shahih gharib dari jalan ini."
Takhrij Hadis
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287. Lihatlah hadis ini di Shahih Sunan Tirmidzi, 3/61, no. 3320-3321. Muhaqqiq Jami'ul Ushul (2/192) menisbatkannya kepada Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, dan Abu Dawud At-Thawalisi.
Penjelasan Hadis
Al-Qur'an telah menyampaikan kepada kita secara panjang lebar tentang Fir'aun, tentang kesombongan dan kelalaiannya, tentang sepak terjang dan perilakunya dalam menghadapi kebenaran. Al-Qur'an juga menyampaikan kepada kita tentang turunnya adzab Allah kepadanya dan bala tentaranya. Manakala Allah menenggelamkannya lalu membinasakannya, Jibril hadir untuk menyaksikan. Jibril telah memberitahu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa pada saat Fir'aun tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai Bani Israil…" Jibril menyumpal mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid, karena takut dia meraih rahmat Allah dan taubatnya diterima.
Apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap thaghut yang tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan ini. Dia memerangi Islam dan memfitnah orang-orang beriman.
Mungkin ada yang berkata, "Apa ruginya Jibril kalau Allah memberi rahmat kepada Fir'aun dan mengampuninya?" Jawabnya adalah bahwa seorang hamba sampai kepada keadaan membenci orang-orang zhalim di mana dia berdoa kepada Allah agar taubat mereka tidak diterima dan tidak dimasukkan ke dalam rahmat-Nya. Ini terjadi pada Musa. Dia berdoa atas Fir'aun dan bala tentaranya agar Allah mengunci mata hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat adzab yang pedih, "Musa berkata: "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan Kami - akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan Kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, Maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 88).
Mungkin ada yang berkata, "Bukankah sudah maklum bahwa Allah tidak menerima taubat pada saat turun adzab, dan pada saat nafas dikerongkongan?" Bagaimana Jibril mengira bahwa Allah mungkin mengampuni Fir'aun sementara dia dalam kondisi seperti itu? Jawabnya adalah bahwa Jibril melakukan apa yang dia kira tanpa menoleh kepada ilmu Allah. Wallahu A'lam.
Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis
1. Besarnya rahmat Allah. Jibril takut dan dia adalah makhluk paling mengetahui tentang Allah. Dia takut rahmat Allah didapatkan oleh Fir'aun manakala dia mengucapkan kalimat tauhid sewaktu dia tenggelam.
2. Keutamaan kalimat tauhid. Jibril takut Allah merahmati Fir'aun karenanya. Lalu bagaimana jika seorang hamba mengucapkannya sewaktu dia sehat wal 'afiat dengan meyakininya? Tidak diragukan itu pasti berpahala besar.
3. Besarnya kebencian para malaikat kepada orang-orang kafir, sampai-sampai Jibril menyumpal mulut Fir'aun dengan tanah manakala adzab menimpanya.
Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 394 --396.(397 – 399).


Selengkapnya...

Jumat, 05 Juni 2009

AKHIRNYA ULAMA SAUDI BERANI KRITIK KELUARGA KERAJAAN SECARA TERBUKA


Akhirnya ulama Saudi berani juga mengkritik keluarga kerajaan. Kritikan secara langsung dan terbuka yang dilakukan ulama Saudi kepada keluarga kerajaan termasuk tidak lazim di negri yang mengklaim paling Sunnah itu.
Kritikan yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Ahmad seorang profesor di departemen hukum Islam Universitas Al Imam yang juga merupakan pegawai pemerintah itu ditujukan kepada hartawan kerajaan dan pengusaha saudi.

Dua nama yang cukup terkenal dikalangan masyarakat Saudi bahkan dunia yang di kritik secara langsung oleh ulama tersebut adalah pangeran Al Walid Bin Talal dan Walid Al Ibrahim. Pangeran Al-Walid sendiri merupakan keponakan dari almarhum Raja Fahd dan juga merupakan sepupu dari Raja Abdullah bin Abdul Aziz karena masih satu garis keturunan dari Bani Al Su’ud yg merupakan pendiri kerajaan Saudi Arabia.
Syaikh Yusuf Ahmad mengkritik keras kedua orang itu karena mereka - terutama pangeran Walid bin Talal memiliki stasiun TV yang secara tidak langsung mengkampanyekan ‘westernisasi’ di negara Arab. Stasiun TV MBC dan Rotana adalah stasiun TV Arab ber’style’ barat. Film-film box office hollywood, musik dan gaya penyanyi ala MTV mewarnai siaran kedua stasiun TV itu.
Syaikh Yusuf bahkan mengatakan kalau stasiun TV milik mereka itu lebih berbahaya dari dealer narkoba karena saluran TV tersebut menyiarkan secara langsung film-film ala barat yang sudah
barang tentu sangat menyimpang dari timbangan syariat Islam.
Kritikan keras yang disampaikan oleh Syaikh Yusuf berkaitan dengan respon dari pernyataan Al-Walid yang menyatakan suatu saat nanti akan ada bioskop di kerajaan Saudi yang memutar film-film ‘positif’ yang sesuai dengan aturan yang berlaku di Saudi.
Kritikan ini terjadi setelah 6 bulan sebelumnya, seorang mantan petinggi di pengadilan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan – boleh membunuh pemilik stasiun TV satelit yang menampilkan dan menyiarkan konten-konten yang tidak bermoral . Tapi dia tidak menyebutkan secara spesifik nama pemilik stasiun TV itu.
“Film adalah alat yang digunakan oleh orang munafik untuk mengkampanyekan program westernisasi mereka kepada masyarakat, hal itu sangat menyimpang dari ajaran agama,”kata Syaikh Yusuf Ahmad dalam suatu situs Islam.
“Ini sebuah tugas untuk menyeret dia (Al-Walid) dan Al-Walid Ibrahim serta orang-orang seperti dia, ke pengadilan,” tambahnya. “Mereka tidak kurang berbahaya nya dengan dealer narkoba.”
MBC group yang dimiliki pangeran Al-Walid yang di dalam nya juga ada stasiun TV MBC – menyiarkan film, hiburan, berita dan program-program anak-anak dalam bahasa Arab dan Inggris, termasuk film-film Amerika dan Eropa.
Sedangkan stasiun TV Rotana dimiliki oleh Al-Walid Ibrahim merupakan jaringan stasiun TV Arab yang terkenal yang menyiarkan film dan video musik layaknya MTV.
Sekilas Tentang Pangeran Al-Walid bin Talal

Craig Unger mantan deputi direktur New York Observer dalam bukunya yang berjudul “Dinasti Bush Dinasti Saud” memaparkan kelakuan beberapa oknum keluarga kerajaan di negeri itu. Termasuk di dalamnya pangeran Al-Walid Bin Talal yang sangat ‘flamboyan’.
Pangeran Al-Walid adalah anggota keluarga kerajaan Saudi yang bergaya hidup barat, berada dikalangan jetset, alumni universitas di barat . Bahkan anak-anaknya yang perempuan satupun tidak ada yang memakai hijab. (selengkapnya baca Eramuslim Digest edisi Genesis of Zionism [2])
Pangeran Al-Walid menurut majalah Forbes termasuk orang ke 13 dari orang-orang terkaya di dunia. Termasuk yang memiliki saham Disney World dan beberapa bank riba. (eramuslim, 06/03/09)
Selengkapnya...